Ih gokil udah 4 tahun gak nulis,lama juga yah butuh waktu selama itu untuk move on dan kembali menulis. jika tulisan kali ini masih tak rapih maka wajar saja, hidup sedang jauh tak baik baik saja, tenang kali ini bukan perihal cinta cintaan,hatiku sudah jauh lebih aman bersama orang yang tepat.
kali ini tentang pekerjaanku, sejak tulisan terakhirku pekerjaanku hari ini masih sama, bukan pekerjaan yang ku harapkan namun pekerjaan yang ku jalani karna mungkin sudah kehendaknya sang kuasa, kadang menyesal amat sangat dengan pekerjaanku saat ini,pekerjaan yang setiap hari aku harus belajar,pekerjaan yang bayarannya tidak pernah sepadan, tapi aku sempat berbahagia menjalaninya, karena lingkungan yang amat sehat, setiap hari selalu ada canda tawa dari lingkungan kerja,
sampai setelah 3 tahun semua berubah menjadi bencana, lingkungan yang tidak sehat,saling sikut sana sini,tawa jadi amarah dan luka yang berujung pindah, meski pindah di satu atap yang sama namun dengan kepemimpinan yang berbeda,aku fikir jalan akan lebih baik,namun bak memasuki kampung yang jauh tertinggal, jalannya makin berat,medan yang di lalui terlalu terjal,menanjak yang kemudian berkelok,sudahlah susah harus pula mematahkan banyak harap.
kadang aku berfikir,kenapa aku bisa kesini hingga hari ini,lilin di luar sana jauh lebih terang sedangkan aku disini sangat redup,bahkan hampir padam. meski aku tak tahu bagaimana lilin di luar sana bisa menyala dengan begitu terangnya,dan bagaimana usaha untuk menyalakannya sehingga begitu terang benderang,dan saya selalu berfikir kapan ini akan berakhir,akankah sampai tua akankah esok berahir,ah entahlah sepertinya pindah menjadi alasan yang tepat,tapi bukankah moveon menjadi sebuah langkah yang susah,bukan enggan tapi bagaimana caranya?
Saya yakin sang kuasa sedang menyiapkan ceritanya untuk hari esok,entah akan lebih baik,atau justru ujiannya yang semakin berat,bisakah saya melaluinya atau mental ini yang akan menyerah.
cita cita menua di sebuah desa yang tenang masih dalam impian,apakah pekerjaan ini akan mengarahkan saya ke impian itu,ataukah itu hanya sebuah mimpi yang harus terkubur bersama raga nantinya?
